1) Kita berbeda, jika kau punya masalah maka kau sanggup menyimpannya sendiri, tapi aku tidak…aku butuh seseorang untuk mendengarkanku. Jika kau tak bisa mendengarkanku maka ijinkanlah aku untuk berbagi perasaanku dan masalahku dengan sahabatku….jika kau bisa mendengarkanku dan memahamiku. Percayalah…hidup ini akan lebih mudah. Aku tak perlu orang lain lagi…
2) Aku tidak menuntut kesetaraan. Karena kita memang berbeda…kita ibarat dua sisi dari bangunan jajaran genjang. Serupa tapi kita tak bisa bertukar posisi karena kita berbeda…
Aku tidak butuh ke’Aku’anmu, harga dirimu yang tinggi dalam keluarga kita karena tanpa itu aku akan selalu menghormati dan menghargaimu sebagai suamiku.
Yang aku butuhkan adalah kasih sayangmu, pengertianmu, penghargaanmu padaku sebagai istri sehingga aku merasa layak menjadikanmu sebagai pemimpinku.

3) jika nanti mengambil sebuah keputusan besar, bermusyawarahlah….seorang pemimpin besar seperti nabi Muhammad pun tak pernah merasa derajat dan harga dirinya turun jika bermusyawarah , justru beliau semakin dihormati dan dihargai karena mau mendengarkan.
4) Jika aku nanti marah, diamlah, tak usah berkomentar maupun membalas, karena ketika aku marah aku akan menjadi orang paling cerewet di dunia. Aku akan melebih-lebihkan sesuatu hingga orang yang kumarahi jengkel. Jangan membalas perkataanku…karena yakinlah itu hanyalah caraku untuk melampiaskan emosi. Setelah itu aku akan kembali seperti semula…
5) Ingatlah… sampai kapanpun kita adalah dua orang yang berbeda…jika kau mendapati ada sesuatu di diriku yang tidak sesuai denganmu dan aku mendapati ada sesuatu di dirimu yang tidak cocok denganku…jangan marah, jangan kesal, jangan menuntut…pahamilah dan terimalah, karena setelah kita saling memahami dan mengerti bahwa hakikatnya kita berbeda maka rumah tangga kita akan terasa damai dan menyenangkan.
6) Pernikahan itu bukan tempat untuk memperoleh pasangan yang sempurna seperti yang kita inginkan…melainkan menerima pasangan apa adanya. Mencintai dan berusaha mempertahankan dengan kuat dan gigih.
1 komentar:
Seandainya tak dapat diraih, mungkin itupun bukan terpilih untuk kita dan semoga semua itu menjadikan kita lebih dewasa menjalani kehidupan kedepan.
Seandainya pada saat ini atau sementara ini belum dapat tercapai, tapi besok atau lusa dapat kita raih. Semoga dijadikan suatu pilihan terbaik untuk kita.
Semoga saat ini masih diberikan kesempatan untuk mempersiapkan diri. Seandainya dapat kita raih sekarang itupun belum tentu nantinya memberikan manfaat yang terbaik bagi kita.
Semua itu adalah suatu proses, semua dalam kehidupan pasti ada masalah. Dan masalah itu harus diselesaikan bukan dipikirkan.
Menyelesaikan masalah itu pasti ada proses, untuk melalui proses itu adalah ikhtiar manusia, manusia berikhtiar dibekali tawakal dan ihlas dalam bertindak. Maka semoga disana akan menemukan kekuatan.
I think enought. See you. By your brother Cak Wahid
Posting Komentar