Rabu, 14 November 2007

Jumat, 02 November 2007

Rumah masa depan

PENGEN TAU RUMAH MASA DEPANKU NTAR...???
Pokoke Rumahnya benafaskan unsur Jawa...Bentuknya Kaya Joglo, trus pekarangannya luas, banyak tanamnnya di depan rumah, ada suara kodok kalo hujan, ada suara Jangkrik mengerik...tapi aku pengen tempatnya di Kota.EEhmm...Bisa ga Ya??
ga kaya rumah ini..???






POLOS…

Seseorang pernah merasakan kesakitan amat sangat karena jatuh ke jurang…
Karena berusaha melayang tinggi menggapai bintang
Keinginannya begitu mengharukan karena ia ingin mencapai bintang
Ia yakin ia akan bisa berselimut cahaya yang berkerlap kerlip itu…

Ia ingin terbang
Tapi ia tak berusaha membuat sayap
Ia ingin melayang…
Tapi tak sekalipun ia pernah meloncat
Ia ingin meninggalkan pijakan bumi menuju bintang
Tapi ia tak pernah belajar ilmu peringan tubuh
Ia hanya berharap
Dan yakin dengan membabi buta bahwa ia bisa meloncat ke bintang

Ia meloncat
Dengan penuh harapan…dan ketika tubuhnya dalam loncatan…
Tiba –tiba ia tersadar loncatannya tak tinggi…
Terlambat…ia jatuh ke jurang…


Sakiiiiiit………………
Dan ia bersimbah air mata penyesalan
Kedinginan dalam kebekuan
Hanya diiringi tetesan air batu stalaktit…

Kakek tua bijak menyentuh pundaknya
Menghapus air matanya…
Lalu menmbisikkan lautan mutiara padanya…
Beliau berpesan bijak…

Bagaimana Engkau menginginkan sesuatu yang luar biasa padahal engkau sendiri tak mengubah dirimu dari kebiasaanmu..???
Kita banyak meminta dan berharap kepada Allah SWT, tetapi sibuknya meminta kadang membuat kita tak sempat menilai diri sendiri…
Padahal…kalau kita meminta lalu kita mengubah diri…
Allah akan memberikan apa yang kita minta karena sebetulnya DOA itu adalah pengiring agar kita bisa merubah diri kita menjadi lebih baik…Tentu ada yang salah dengan permintaan kita..

Seperti ada air mata Burung Phoenix
Yang menyembuhkan luka hatinya
Ia semakin tak bisa menghambat cucuran air mata ini
Ia terjatuh terlekuk lututnya…ia bersujud…
…………..kanapa ia tak menyadarinya selama ini….
Terlalu lama ia seperti itu…
Ia duduk lalu melihat kanan kiri
Tersadar bahwa lelaki bijak itu sudah tak ada…


Tuhan….dia begitu lalai…sampai sekarang ia tak bisa memaafkan dirinya atas kelalaian yang kedua…
Ia belum mengucapkan terima kasih pada lelaki bijak itu….
Dan ia tak tahu kapan bisa bertemu lagi…



JIKA ANDA MASIH PENASARAN SIAPA LELAKI BIJAK ITU…
BELIAU ADALAH IBN ATHOILLAH…..
SEORANG TOKOH SUFI ISLAM LEGENDARIS…
NEXT…JIKA SAYA BERUNTUNG….SAYA AKAN MENGUPAS HABIS-HABISAN MENGENAI BELIAU …

Adam dan Hawa

PESAN UNTUK SUAMI….

1) Kita berbeda, jika kau punya masalah maka kau sanggup menyimpannya sendiri, tapi aku tidak…aku butuh seseorang untuk mendengarkanku. Jika kau tak bisa mendengarkanku maka ijinkanlah aku untuk berbagi perasaanku dan masalahku dengan sahabatku….jika kau bisa mendengarkanku dan memahamiku. Percayalah…hidup ini akan lebih mudah. Aku tak perlu orang lain lagi…

2) Aku tidak menuntut kesetaraan. Karena kita memang berbeda…kita ibarat dua sisi dari bangunan jajaran genjang. Serupa tapi kita tak bisa bertukar posisi karena kita berbeda…
Aku tidak butuh ke’Aku’anmu, harga dirimu yang tinggi dalam keluarga kita karena tanpa itu aku akan selalu menghormati dan menghargaimu sebagai suamiku.
Yang aku butuhkan adalah kasih sayangmu, pengertianmu, penghargaanmu padaku sebagai istri sehingga aku merasa layak menjadikanmu sebagai pemimpinku.



3) jika nanti mengambil sebuah keputusan besar, bermusyawarahlah….seorang pemimpin besar seperti nabi Muhammad pun tak pernah merasa derajat dan harga dirinya turun jika bermusyawarah , justru beliau semakin dihormati dan dihargai karena mau mendengarkan.

4) Jika aku nanti marah, diamlah, tak usah berkomentar maupun membalas, karena ketika aku marah aku akan menjadi orang paling cerewet di dunia. Aku akan melebih-lebihkan sesuatu hingga orang yang kumarahi jengkel. Jangan membalas perkataanku…karena yakinlah itu hanyalah caraku untuk melampiaskan emosi. Setelah itu aku akan kembali seperti semula…

5) Ingatlah… sampai kapanpun kita adalah dua orang yang berbeda…jika kau mendapati ada sesuatu di diriku yang tidak sesuai denganmu dan aku mendapati ada sesuatu di dirimu yang tidak cocok denganku…jangan marah, jangan kesal, jangan menuntut…pahamilah dan terimalah, karena setelah kita saling memahami dan mengerti bahwa hakikatnya kita berbeda maka rumah tangga kita akan terasa damai dan menyenangkan.

6) Pernikahan itu bukan tempat untuk memperoleh pasangan yang sempurna seperti yang kita inginkan…melainkan menerima pasangan apa adanya. Mencintai dan berusaha mempertahankan dengan kuat dan gigih.